kirim-kiriman

Dua minggu sebelum hari ini…
(dua minggu hari kerja senin-sabtu, minggu libur)
saya mengirim 3 buah kartu pos ke sahabat-sahabat dekat yang sedang berada di Korea, Spanyol, dan Malta.

Ternyata biaya yang dibutuhkan cukup terjangkau, yaitu 10.000 rupiah per kartu pos untuk kiriman yang katanya lebih cepat sampainya, yaitu maksimum 2 minggu. *mengulang kata yaitu*
Saya menitipkan si kartu pada cabang perusahaan pos negara ini di rektorat UI Depok, dan ternyata perusahaan itu cukup bisa dipercaya, karena 2 diantara 3 kartu tersebut sudah sampai sebelum hari ini.

Senang juga ya kirim-kiriman kartu pos…
*walaupun si kartu terasa terlalu kecil
*atau saya yang terlalu semangat
*hmm, kalau mau panjang lebih baik berkirim surat ya, hehe

Posted in Uncategorized | Leave a comment

iklan ka be

Beberapa hari yang lalu, saat melewati sebuah tol di jakarta, saya melihat sebuah iklan dari B*d*n Koordin*si KB N*sional, dengan tulisan kurang lebih seperti berikut:

Menikah di usia muda banyak problema. Ayo siapkan dirimu. Raih prestasi. Tunda nikah dini.

Mmm, bukannya sensi atau bagaimana, tapi mengapa iklan tersebut harus memberi kesan negatif pada nikah dini?
Mengapa iklan tersebut berkesan menahan orang dari niat yang positif?
(menikah = yang haram menjadi halal lho, separuh dari agama pula)
Bukankah lebih baik kalau badan tersebut memfokuskan diri untuk memperbaiki hal-hal negatif, misalnya seperti yang saya baca di blog seorang sahabat, bahwa banyak siswi terancam tidak bisa UN karena hamil ?

Berikut ini beberapa beritanya *naudzubillahimindzalik* :

50-an Siswi di Ponorogo Terancam Tak bisa UN karena Hamil

Hamil Muda ‘MBA’ & Dipidana, 25 Siswa SMA di Bekasi Terancam Tak Bisa Ikut UN

Hamil 6 Bulan, Siswi SD Terancam Tak Bisa Ikut UN

Posted in Uncategorized | Leave a comment

pengumuman pengumuman pengumuman

Beberapa teman sering menanyakan tentang perkeretaan –karena saya termasuk orang yang sering menggunakan kereta jabodetabek sebagai transportasi andalan–.
Salah satunya adalah mengenai pengumuman di dalam kereta –yang mirip dengan pengumuman di transjakarta–.
Jawaban saya waktu itu: “ada kok, tapi ngga semua kereta sih, tapi emang banyakan ngga ada nya”.

Semalam, saya dan pacar seumur hidup *suami* pulang naik Depok express terakhir yang berhenti di gondangdia pukul 19.02.
Keretanya hampir penuh dan kita tidak dapat duduk seperti biasa.
Lalu keretanya tentu saja berjalan *eh bergerak*.

Lalu ada pengumuman, kurang lebih intinya begini: “selamat malam, kereta ini kereta Depok express yang berhenti di bla, bli, blu, ble, dan mengakhiri perjalanan di blo, ………….., gerbong pertama dan terakhir adalah gerbong khusus wanita, ………….”, dalam bahasa Indonesia.
Reaksi: mengabaikan biasa saja.

Lalu dilanjutkan dengan pengumuman yang sama dalam bahasa Inggris.
Reaksi: waaa, tumben yaaa ada versi inggrisnya.

Belum selesai euforia *lebay* pengumuman kedua, tiba-tiba pengumuman tersebut diulang lagi, dalam bahasa tentu bukan Cina Jepang!!
*tidak perlu dibahas reaksinya seperti apa ya, hehe*

Intinya sih, mudah-mudahan KRL commuter terus ke arah lebih baik ya…
Termasuk dalam hal bebas rokok juga dong!

Kalau:
1. Masih belum ada ruangan tertutup khusus perokok –di tiap stasiun–
2. Orang-orang –termasuk petugas– masih merokok di seluruh penjuru stasiun *sepanjang mata memandang* dan masih pura-pura buta huruf terhadap tulisan “area dilarang merokok” berlatar merah

Berarti: pelayanan kereta masih amat sangat buruk.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

para tukang ojek tukang bakar duit

Kebiasaan saya dari dulu kalau mau naik ojek, adalah dengan sebisa mungkin memilih tukang ojek dengan kriteria:
1. Tidak melawan arah
2. Wajahnya tidak menyeramkan
3. Tidak hobi ngebut/nyalip (yang ini berdasarkan pengalaman)
4. dan yang paling penting adalah (minimal) tidak (sedang) merokok

Kapan itu, saya dan pacar *suami* seumur hidup dunia-akhirat (amin!), akan pulang naik ojek, dan seperti biasa pilih-pilih dulu.
Terpilihlah 2 ojek diantara barisan para ojek.
Kebetulan, diantara 2 ojek itu ada 1 ojek lain, yang sengaja tidak dipilih karena sedang merokok.

Lalu ketika saya dan ojek yang telah dipilih berangkat melewati tukang ojek kurang beruntung itu, tiba-tiba dia mencemooh: “HUUUUU!!”.
Lho..
Percuma dong kalau saya naik ojek dia, bayar sekian, lalu sekian ribu tadi “dibakar” oleh dia dan asap mematikannya “disemprotkan” ke saya?
Salah saya kalau tidak memilih dia?
Bukankah dia sendiri yang membuat dirinya kehilangan kesempatan mendapat penumpang..

Posted in Uncategorized | Leave a comment

nasi bakar rasa karsinogen

mm, nasi bakar itu sebenernya makanan yang seperti apa yaaa..

A. Nasi (bisa nasi saja atau nasi yang udah diselipin sesuatu) yang dibungkus pakai daun pisang trus dibakar, atau..

B. Nasi yang langsung dibakar, trus disajikan dengan sesuatu (misalnya: ayam) yang juga dibakar, sehingga tampilannya item-item gosong, penuh bekas-bekas pembakaran (seperti: serpihan2 arang)

jawabannya: tergantung siapa yang bikin lah..

kalau ada tempat makan yang menjual nasi bakar tipe B, daan udah terlanjur mesen, daaan pesenannya udah dateng, daaaan harganya ngga murah, tega ngga ya makannya?

yaALLAH maafkan aku yang udah mubazir.. mudah-mudahan penjualnya cepet-cepet paham tentang karsinogen, amiiin..

Posted in Uncategorized | Leave a comment

pelajaran pribadi #1

kalau ada sistem yang melayani kita dengan canggih, bukan berarti kita ngga bisa minta dilayani dengan cara yang udik.

contoh kasus:
di sebuah rumah sakit, ada pasien yang telah selesai berobat jalan, dokternya tidak memberikan resep tertulis untuknya, pasien hanya perlu datang ke bagian apotek untuk membayar dan mendapatkan obatnya tanpa membawa kertas (resep) apapun kecuali duit

positifnya:
terlihat canggih

negatifnya:
pasien tidak mengetahui obat apa yang diresepkan (kecuali pasien sudah bertanya terlebih dahulu ke dokternya) dan pasien tidak bisa mendapat kopi resep

pelajarannya:
sebelum membayar obat, pasien ternyata boleh meminta versi print-out resepnya (saja) ke bagian apotek

Posted in Uncategorized | Leave a comment

hampir 3 jam di KPP

karena ditagihin mulu sama salah satu ibu-ibu di kantor, akhirnya pergi juga bikin NPWP. sebelumnya sih udah ngisi form onlinenya dan tinggal diprint (1 lembar aja). tapi lupa bawa fotokopi ktp (1 lembar aja juga). untungnya di depan KPP Pratama Depok di jalan Pemuda ada tukang fotokopi.

tentang tempat fotokopinya: bikin gondok gara-gara bauuu banget rokok (walopun lagi ngga ada yang ngerokok, mungkin asep-asep sebelumnya udah nempel dimana-mana) dan minta fotokopi ktp 1 lembar aja bayarnya 500 (yang ternyata dibuat 2 lembar sama dia).

dateng kesana kira-kira 1 jam sebelum istirahat makan siang. masuk, dapet nomor 90 untuk antrian npwp, dan ternyata saat itu lagi berhenti di antrian nomor 63. loketnya ada banyak sebenernya, tapi buat npwp cuma satu. KPP nya sendiri rame, bangkunya hampir penuh, cuma sisa satu atau dua yang kosong dan lumayan banyak orang berdiri + lalu lalang.

dugaan awal, 1 loket cuma melayani 1 nomor antrian, tapi ternyata pemanggilannya langsung banyak nomor sekaligus (10-an kira-kira). namun karena lagi kurang beruntung, pas sampai nomor 80, loketnya tutup buat istirahat (padahal masih jam 11.50an) ~sebelnya, ada temen yang dateng setelah jam 13.00 daaan selesainya barengan

akhirnya (duduk) nunggu sampai jam 13.06 sambil ngeliatin loket lain yang ngga pake istirahat

setelah nomor 90 dipanggil, masih harus nunggu lagi, alhamdulillahnya nunggunya buat dapet kartunya (padahal gosipnya baru jadi 3 hari kemudian). jam 14.00an selesai deh. gratis!

*oya, KPP nya lebih bebas bau rokok dibanding Samsat Depok walopun orang-orang antri lainnya ada yang bau, alhamdulillaah..

Posted in Uncategorized | Leave a comment

hal yang mungkin berguna #1

saya ngga suka sakit..
~semua orang juga gitu kan ya, hehe..
apalagi kalau sakit, suka lama sembuhnya, contohnya batuk sama flu..
dan baru-baru ini kena itu makhluk 2x..
dan males minum obat yang biasanya jadi andelan.. (d*c*lg*n)
trus pakai resep jeruk nipis dari link ini (dengan modifikasi sendiri)
ternyata ampuuuh! (flu batuknya cepet sembuh)
oya, itu aslinya buat menurunkan kolesterol..

modifnya gini:

- jeruk nipis, 1 buah, cuci bersih
- iris-iris tipis sesuka hati
- masukkan irisan tadi dengan kulitnya ke dalam gelas
- penuhi gelas dengan air yang baru mendidih, lalu tutup gelas
- tunggu sampai ngga terlalu panas/ hangat/ sesuai selera
- boleh langsung diminum

kalau saya:
- keluarkan irisan jeruk nipisnya, sambil diperas
- tambahkan madu (1,5 – 3 sendok makan tergantung tingkat kepahitan)
- minum deh (kalau saya 1x aja habis sarapan)

*untuk 1 porsi gelas yang ramping tapi lumayan tinggi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

hal hal ngga penting #1

pengalaman ngga baru:
- jorr senin pagi, sekitar jam8-jam9, dari arah cawang ke tanjung barat, hampir selalu macet

pengalaman baru (bulan lalu):
- seretide diskus, harganya lumayan mahal ya, 165 ribu, rasanya pas diisep ada manisnya sedikit, selebihnya kayak nafas biasa doang
- biaya konsultasi dokter spesialis di RS *itr* Keluarga Depok 85.000 + administrasi 7.500 (kalau pasien baru administrasinya 15.000)

informasi baru:
- tempat beli roti langganan pindah dari pabriknya ke jalan RTM Kelapadua Depok (kalau dari per4an, sebelah kiri, sebelum ya*aha)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mengutip

Entah berapa lama waktu yang dibutuhin buat bikin Indonesia sehat..
Masyarakatnya (baca: perokok) aja banyak yang hobinya memperpendek usia hidup nya sendiri..
Udah gitu, mereka sekaligus memperpendek usia hidup orang-orang innocent di sekitarnya pula..

Pernah denger, ada bapak A yang perokok, trus dia punya istri B yang bukan perokok, trus tiba2 aja, ibu B tadi meninggal, gara2 jadi perokok pasif gara2 si bapak A. Mmm, apa si bapak A ngga ngerasa kayak udah ngebunuh istrinya ya?

Kalo kata nyokap :

Silakan sih kalo mau ngerokok, tapi asepnya telen semua!

Kalo mau sakit, ngga usah bawa-bawa orang lain!

Oya, pengen ngutip artikel ini :

Indonesia Peringkat Tiga Dunia Pecandu Rokok

VIVAnews — Koordinator Lembaga Penanggulangan Masalah Merokok (LM3) Fuad Baradja mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbesar nomor ketiga di dunia.

“Indonesia berada di bawah China dan India,” kata Fuad dalam acara Kampanye Penyuluhan Kawasan Dilarang Merokok di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin, 21 Desember 2009.

Ia menuturkan, seperti yang dilansir laman menkokesra, hal tersebut mengherankan karena Indonesia sebenarnya bukanlah negara dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di dunia.

Jumlah penduduk Indonesia masih kalah dengan jumlah penduduk Amerika Serikat, tetapi lebih banyak perokok di Tanah Air dibandingkan di negara Amerika Serikat. Fuad juga memaparkan, sebanyak 48 persen perokok di kawasan ASEAN atau Asia Tenggara terdapat di Indonesia.

Secara global, ujar dia, pada tahun 2008 terdapat enam juta kematian akibat rokok dan jumlah tersebut akan meningkat menjadi 10 juta kematian pada tahun 2030.”Sebanyak 70 persen dari kematian akibat rokok berada di negara-negara berkembang,” katanya.

Menurut dia, orang masih banyak yang tidak peduli terhadap bahaya rokok karena efek merusak dari rokok didapat bukanlah dalam jangka pendek tetapi dalam jangka panjang yaitu sekitar 20 hingga 50 tahun.

Posted in Uncategorized | 2 Comments